INFO : 21-03-2013 Acara Maulid Yang Diselenggaran Oleh Himako Bertempat Di Aula Fisipol Unimal

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Kriteria Pemimpin 2014 Versi Hary Tanoe

Written By Unknown on Jumat, 01 Maret 2013 | 17.37


JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo memiliki kriteria tersendiri dalam menentukan calon pemimpin Indonesia yang pantas untuk 2014 mendatang. Menurutnya, calon pemimpin harus memiliki integritas dan kapabilitas.
 
"Sederhana, mereka harus punya integritas dan kapabilitas," ujar Hary dalam acara Deklarasi Semangat Baru di Auditorium MNC Tower, Jumat (1/3/2013).
 
CEO MNC Grup itu menuturkan integritas dan kejujuran sangat penting bagi seorang pemimpin. Segala tujuan pekerjaan seorang pemimpin haruslah pengabdian kepada masyarakat. Mereka harus memiliki ketulusan untuk mengabdi. "To serve bukan di-serve," kata Hary.
 
Hal lain yang penting, kata Harry, calon pemimpin harus memiliki kapabilitas. Artinya, mereka harus punya leadhership and knowledge. Mereka harus tahu apa yang sudah terjadi di Indonesia sehingga mereka bisa memimpin Indonesia menjadi lebih baik.
 
"Tetapi percuma juga orang yang sudah punya pengetahuan tidak memiliki jiwa kepemimpinan, dia tidak akan bisa bergerak untuk berubah," tuturnya.
 
Hary menambahkan permasalahan bangsa saat ini bisa selesai jika ada orang yang memiliki integritas, kejujuran dan kapabilitas itu. Menurutnya, orang pintar tanpa integritas dan kejujuran justru lebih berbahaya.
 
"Saya lebih memilih orang yang jujur tapi tidak pintar daripada orang pintar tapi tidak jujur," tegasnya.
 
Ketika disinggung siapakah nama yang pantas untuk menjadi kandidat pemimpin itu, dia mengaku belum melihat sosok itu saat ini. "Belum tahu saya," tutupnya. 

Suumber : news.okezone.com

Pajang Foto Kiai Krapyak, Anas Coba Tarik Simpati Warga NU



(Foto:ScreenShot RCTI)
JAKARTA- Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terlihat selalu memajang gambar pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta, KH Ali Maksum dalam setiap wawancara televisi. Hal itu dinilai sebagai strategi Anas untuk dukungan dari warga Nahdlatul Ulama (NU).

“Saya rasa itu hanya strategi untuk mencari simpati warga NU,” kata politikus Demokrat Ulil Abshar Abdalla saat dihubungi Okezone, Jumat (1/3/2013).

Tapi, Ulil mengatakan, langkah Anas dengan menggunakan strategi kultural, memajang figur KH Ali Maksum sangatlah tidak tepat. “Itu kurang tepat, dan saya kurang setuju karena foto itu dipajang dalam situasi politik yang kurang tepat. KH Ali Maksum itu sangat karismatik di NU,” kata Ulil.

Dikatakan Ulil, bila Anas memajang foto tersebut dalam setiap wawancaranya jauh sebelum kasus Hambalang mencuat, hal itu mungkin tidak dipermasalahkan. “Tapi sekali lagi, saya katakan, situasinya saat ini kurang pas, ” katanya. 

Seperti diketahui, dalam setiap wawancara dengan stasiun televisi, Anas selalu menampilkan gambar wajah KH Ali Maksum, yang tidak lain adalah Kakek dari istrinya Atthiyah Laila. Hampir semua wawancara Anas dengan televisi nasional selalu terpampang wajah mantan Rais Aam PBNU itu di sampingnya. Selain itu, Anas juga selalu tampil mengenakan sarung, busana khas kaum nahdliyin.

Sumber : new.okezone.com
 
Support : Kebindo Time's | Zulkhairi | Modif Template
Copyright © 2011. Himako-Unimal - All Rights Reserved
Template Modify by Zulkhairi
Proudly powered by Blogger